smkntegalsari.net

  • Perbesar ukuran huruf
  • Ukuran huruf bawaan asli
  • Perkecil ukuran huruf
Home

BEC Ikon Baru Banyuwangi

Surel Cetak PDF

Penampilan perdana Banyuwangialt Ethno Carnival (BEC) disambut semarak ribuan warga. BEC yang merupakan kolaborasi budaya asli tradisi dengan ethno ini seolah menjadi ikon baru Banyuwangi.

Konsultan Carnival BEC Dynand Fariz mengaku berusaha menghadirkan tema baru dengan satu inspirasi etnik yang kemudian menjadi ethno. “Ini tidak pernah diprediksi orang sebelumnya.Konfigurasi dan total perpaduan tata warna hadir dalam BEC. Perpaduan ini memiliki kekuatan pada tiga tema spesial yakni Gandrung, Damarwulan dan Kundaran,” kata Dynand Fariz,kemarin.

altalt

Menurut dia, Gandrung dan Damarwulan maupun Kundaran sangat identik dengan Kota Banyuwangi.Tema ini mampu dihadirkan dalam bentuk fashion ethno carnival. Untuk memberikan semangat dan dukungan, Dynand juga turut menghadirkan model dari Jember Fashion Carnival (JFC), termasuk World Fashion Carnival sekaligus menjadi ikon carnival Indonesia.

JFC mengerahkan 90 sampai 100 kru untuk mengarahkan karnaval ini “Dengan inspirasi dari sisi janger seperti adanya bungabunga cempaka pada kepala mahkota, itu sangat luar biasa dan akan menjadi inspirasi baru bagi teman-teman di daerah lain untuk bisa berkarya dan berkarnaval,” kata Presiden JFC ini.

Bagaimana persiapannya? Untuk persiapan setiap kostum membutuhkan dua sampai tiga minggu.Selain itu,ada perpaduan warna pada tiap tema dan ada modifikasi bentuk pada beberapa kostum asli “Kalau JFC biasa membuat suatu imajinasi dan kreativitas memadukan alam dengan fesyen, namun BEC ini memadukan budaya asli dengan inspirasi ethno,”katanya.

Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas mengatakan, BEC berhasil diselenggarakan karena dukungan dari masyarakat secara luas. Perhelatan ini harus melalui perdebatan panjang.“Ada yang optimistis, ada yang sinis,bahkan ada yang menolaknya.Namun itu merupakan perdebatan yang positif untuk bagaimana mempopularkan Banyuwangi lewat BEC tanpa menghilangkan budaya aslinya,” ujar Abdullah Azwar Anas.

Perhelatan BEC kemarin dihadiri sejumlah tamu,Bupati Bondowoso Amin Said Husni, Kadisparta Jember Arief Tjahyono, perwakilan Pemkab Malang, Pemkab Batu dan lainnya. Anas juga mengaku bangga dengan BEC yang tampil secara mandiri dengan dukungan dana swadaya. “Ini tanpa ada bantuan dari Pemkab, dan itu merupakan kreativitas anakanak sendiri,” ujar mantan anggota DPR dari PKB itu.

BEC dihadirkan untuk meneguhkan karakter Banyuwangi. BEC menghadirkan tiga tema budaya asli yakni Gandrung, Darmarwulan dan Kundaran. Ketiga seni ditampilkan secara kontemporer dengan kostum ala karnaval.Sebanyak 320 peserta menampilkan ketiga tema kesenian di atas.Tiap kesenian diwakili 100 orang.

Pembina peserta BEC dari SMAN Purwoharjo,Adiniyah menuturkan, pembuatan kostum untuk Gandrung cukup sulit. “Sekilas memang seperti ada kesamaan dengan kostum JFC,namun untuk BEC ini ada kesan kecenderungan perpaduan warna dan aksen pada letak busana tertentu,” kata Adiniyah.

Menurut dia,dalam penampilan tiap tema itu ada banyak sekali kesulitan dalam perancangan aksesorinya. Bahkan untuk menghasilkan baju model etnik Gandrung, berat aksesori hingga 30 kilogram. Sebab di dalamnya terdapat paduan aksesoris dari bambu, aren dan pipa pancing ikan untuk latar belakangnya. (p juliatmok)

 

BERITA HARI INI

Loading...

FASILITAS WEBMAIL

Program sekolah


Hak Cipta @ 2018 Semua Hak Dilindungi

SMK Negeri 1 Tegalsari

Jl. KH. Abdul Majid No. 09, Tegalsari

Banyuwangi, Jawa Timur, Indonesia. Telp (0333) 5980920

Website http://www.smkntegalsari.net, E-mail:info@smkntegalsari.net

 

INFO TERBARU

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) SMK Negeri 1 Tegalsari TP 2018-2019 menerima 12 Rombel dg 5 Jurusan : TKR, TSM, TKJ, TB, AK